Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Feb 6, 2007

Pencipta MP3 file

MUNCULNYA perangkat lunak MP3 telah mendorong dunia musik untuk tampil di
barisan terdepan. Format data ini memungkinkan transfer file musik lewat
internet sehingga dapat dengan mudah diunduh (di-download) oleh masyarakat,
langsung dari PC mereka.

MP3 adalah kependekan dari MPEG Audio Layer III dan merupakan standar untuk
kompresi audio yang dapat memperkecil file musik tanpa mengurangi (atau hanya
sedikit mengurangi) kualitas suara yang dihasilkan. MP3 merupakan bagian dari
keluarga MPEG, singkatan dari Motion Pictures Expert Group, suatu standar untuk
format video dan audio yang menggunakan sistem kompresi.

Di Indonesia, format MP3 mulai populer seiring dengan menjamurnya lapak-lapak
maupun distributor penjualan software. Tempat-tempat semacam ini biasanya
memperjual-belikan CD (compact disc) berisi lagu-lagu dalam format MP3. Setiap
keping CD dengan kapasitas 700 MB sanggup menyimpan kurang lebih 200 lagu.
Inilah keistimewaan format musik MP3 yang membedakannya dengan format musik
lain. Ukuran file-nya yang relatif kecil sangat memudahkan dalam penyimpanan
maupun pemindahan (transfer).

Namun demikian, belum banyak orang yang tahu mengenai kisah sang penemu, yang
telah memadukan pengetahuan tentang matematika, suara, dan elektronika - yang
secara luar biasa, melakukannya tanpa
mengharapkan keuntungan pribadi.

Tolak tawaran dana
Kisah ini dimulai dari suatu tempat bernama Institut Frauenhofer, salah satu
lembaga penelitian di Jerman yang paling prestisius dan memperkerjakan kurang
lebih 250 orang sarjana. Mereka adalah para ilmuwan dan insinyur terbaik Jerman,
walaupun kabarnya gaji yang mereka terima tidak lebih besar dari yang ditawarkan
oleh standar industri.

Profesor Karl Heinz Brandenburg adalah salah satu ilmuwan yang bekerja di
institut tersebut. Keterlibatannya dalam bidang kompresi musik dimulai sejak
tahun 1977. Pada awalnya, Profesor Dieter Seitzer-lah
yang memiliki gagasan untuk menciptakan suatu metode dalam mentransfer musik
melalui jalur telefon standar. Saat itu, idenya dianggap sebagai suatu teroboson
brilian. Namun demikian, ia menolak setiap tawaran dana yang datang sebagai
bantuan penelitian. Ia justru memutuskan untuk membentuk suatu kelompok kerja
tersendiri yang terdiri dari para ilmuwan dan teknisi Frauenhofer yang memiliki
minat terhadap topik semacam itu. Keberminatan Bradenburg terhadap matematika,
elektronik, dan gagasan-gagasan nyleneh menjadikan mereka sebagai partner yang
ideal.

Selanjutnya, penelitian mengenai kompresi file musik ini dipimpin langsung oleh
Bradenburg, dan dilakukan di Institut Frauenhofer, divisi Integrated Circuits
(Frauenhofer IIS), di Bavaria. Bradenburg kemudian memutuskan untuk
berkonsentrasi pada upaya pengompresian file lewat algoritma. Hasilnya adalah
algoritma "MPEG-1 Layer 3" yang kemudian dipersingkat menjadi "MP3".

Sedikitnya jumlah penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya memaksa
Bradenburg dan kawan-kawan untuk menciptakan metode, teori, dan risetnya
tersendiri. Kebanyakan dari pekerjaan mereka tidak hanya tentang bagaimana
mengurangi ukuran file, melainkan untuk mengetahui tingkat penurunan kualitas
suara yang masih dapat ditoleransi oleh persepsi manusia.

Otak dan telinga
Dalam menciptakan MP3, Brandenburg menganalisis bagaimana otak dan telinga
manusia menangkap suara. Teknik yang digunakan berhasil memanipulasi telinga
dengan membuang bagian yang kurang penting pada suatu file musik. Sebagai
contoh, apabila terdapat dua nada yang mirip, atau apabila nada tinggi dan
rendah muncul secara bersamaan, otak hanya akan memproses salah satunya.
Sehingga algoritma MP3 akan memilih sinyal yang lebih penting dan membuang
sisanya.Hasilnya adalah file MP3 mampu mengurangi ukuran file audio orisinal
hingga 10 kali lebih kecil. Sebagai contoh, sebuah lagu dengan durasi
3 menit dapat menyita alokasi hard-disk sebesar 30 MB. Lagu yang sama dengan
format MP3 hanya membutuhkan ruang sebesar 3 MB dengan penurunan kualitas suara
yang minimum.

Penemuannya telah mendapatkan sejumlah perhatian di negaranya sendiri, Jerman.
Tetapi sambutan hangat justru ia peroleh saat berkunjung ke Silicon Valley untuk
melakukan presentasi pada 1997. Di sana ia
mendemonstrasikan pengetahuannya mengenai cara menekan ukuran file WAV tanpa
membuat pendengar mengetahui perbedaannya. Beberapa pihak pun menunjukkan
ketertarikannya untuk membeli projek tersebut atau mengambil alih hak
kepemilikannya. Namun, Institut Frauenhofer bersikeras untuk menjaga semua hak
ciptanya, walaupun mereka sebenarnya tidak memiliki banyak uang untuk mengawasi
perlindungannya.


Diawali dengan Winamp
Kesuksesan MP3 dimulai pada 1998, ketika Winamp, sebuah mesin pemutar MP3 yang
dibuat oleh sepasang mahasiswa bernama Justin Frankel dan Dmitry Boldyrev,
ditawarkan secara cuma-cuma di internet. Dalam seketika, penikmat musik di
seluruh dunia terhubung dalam satu jaringan pusat bernama MP3, dan saling
menawarkan musik-musik yang memiliki hak cipta, secara gratis.

Sebelum terlalu lama, programmer lain pun seperti tidak mau ketinggalan kereta.
Mereka menciptakan berbagai perangkat lunak pendukung untuk para pencinta MP3
(MP3 junkies). Encoder, ripper, dan player terbaru dirilis setiap minggunya, dan
pertumbuhannya bergerak semakin kencang. Mesin-mesin pencari pun membuat proses
pencarian file MP3 tertentu yang dikehendaki menjadi semakin cepat. Selain itu,
player portabel seperti Rio dan iPod membuat MP3 dapat dinikmati sambil
berjalan.

Saat ini, MP3 ditawarkan sebagai program shareware. Ini artinya siapa pun yang
berminat dapat mendaftarkan pada Institut Frauenhofer dan membuat perangkat
lunak atau file MP3-nya sendiri. Sejujurnya, mengenai hal tersebut, Bradenburg
memang tidak memiliki banyak pilihan karena projek ini tidak memiliki partner
software langsung dan tidak memiliki anggaran untuk membuat rantai distribusi
dan pemasarannya
sendiri.

Brandenburg menyatakan bahwa ia sangat puas dengan pekerjaannya dan tidak
mengambil keuntungan apa pun daripadanya. Ia pun mengaku tidak memiliki selembar
saham pun di perusahaan internet atau perusahaan lain yang menggunakan format
MP3. Bahkan, ia tidak tertarik terhadap uang sama sekali. "Saya tidak peduli
dengan angka-angka yang ada di buku tabungan saya. Tetapi, saya sangat puas
dengan apa yang telah saya lakukan, dengan rekan-rekan kerja, dan apa yang telah
kami hasilkan bersama," ujarnya pada majalah Jerman, Der Spiegel. Namun
demikian, Brandenburg tidak berpikir bahwa sistem ini akan
menghancurkan industri musik seperti yang banyak pihak telah ramalkan.
"Saya pikir hal itu tak akan terjadi, tetapi kita memang telah mengubah
industri... Industri harus memahami cara mengendalikan media digital yang baru
ini dan peluang yang menyertainya. Mereka harus berkonsentrasi pada hal-hal yang
positif ketimbang yang negatif."

Menolak tawaran
Dengan segala kesuksesan yang telah ia raih, berbagai tawaran menggiurkan pun
datang menghampiri, termasuk posisi keprofesoran di Amerika Serikat. Meski
demikian, ia tetap bersikap sederhana dan rendah hati. Tampaknya ia sudah cukup
bahagia dengan 'dunia kecil'-nya di pinggiran kota Berlin.

Ia pernah berkata pada pers Jerman bahwa setiap kali ia berselancar di internet
dan menemukan situs MP3 terbaru dan mengetahui bahwa masyarakat menikmati
sesuatu yang pernah ia buat, "Hal itu memberikan perasaan senang yang tak
terlukiskan," ujar Brandenburg suatu hari.***


Rizki Harit Maulana

Disadur kembali dari milis ITCenter

Pengembang System Sidik Jari

Sir Edward Richard (1850-1931)
Berjasa Mengembangkan Klasifikasi Sidik Jari

DUNIA kepolisian dan hukum harus berterima kasih kepada Sir Richard Edward Henry. Berkat usahanya dalam mengelompokkan pola sidik jari, dunia forensik sangat terbantu dalam mengungkap sebuah ejahatan.
Memang betul, Henry bukanlah penemu teknik atau metode sidik jari. Namun, berkat kepeloporannya saat mendirikan Biro Sidik Jari di Scotland Yard, penggunaan sidik jari menjadi bagian penting aparat penegak hukum.

Henry dilahirkan pada 26 Juli 1850 di Shadwell, Wapping, London, Inggris. Kedua orang tuanya berasal dari Irlandia. Pada tahun 1864, Henry kuliah di St. Edmund's College, Ware, Hertfordshire. Dua tahun kemudian masuk ke University College, London. Di sinilah ia belajar bahasa Inggris, Latin, fisika, dan matematika. Setelah lulus kuliah tahun 1869, Henry bekerja sebagai juru tulis di pialang asuransi Lloyds.

Awal keterlibatan Henry dalam dunia hukum dimulai saat ia pada tahun 1871 belajar hukum di Society of the Middle Temple, London. Dua tahun kemudian ia lulus ujian masuk ke kantor pemerintahan daerah koloni Inggris di India. Pada Juli 1873 Henry ditugaskan oleh sekretaris negara menjadi anggota kantor pelayanan masyarakat di wilayah Fort William, Bengal, India Timur. Henry berangkat ke India pada September 1873 melalui Terusan Suez dan Aden. Setelah satu bulan perjalanan, ia pun tiba di Bombay.

Pada Oktober 1873, saat ia berada di Allahabad, Gubernur Provinsi Negara Barat Daya India mengangkat Henry sebagai asisten magistrate collector. Dengan cepat ia menguasai bahasa Urdu dan Hindi, sebuah kemampuan yang sangat menolongnya saat menyelesaikan berbagai persoalan klaim pajak dan perselisihan lainnya.

Pada bulan November 1890 Henry menikah dengan Louisa Langrishe Moore di Gereja Katedral St. Thomas, Bombay. Pada 2 April 1891, Henry diangkat menjadi inspektur jenderal di kepolisian Bengal. Setahun
kemudian, ia membentuk sistem athropometric dalam mengidentifikasi para penjahat. Sistem anthropometric adalah sebuah metode yang dikembangkan Bertillion dengan mengedepankan ciri-ciri fisik seseorang.

Pada saat yang sama ia juga tertarik pada apa yang dikembangkan Sir Francis Galton dan beberapa pihak lain yang menggunakan sidik jadi dalam mengidentifikasi penjahat. Galton memang menulis buku berjudul Finger Prints. Henry dan Galton kemudian berkorespondensi secara reguler selama 1894. Mereka mendiskusikan penggunaan sidik jari. Pada 1896 Henry membuat aturan di kepolisian Bengal, setiap narapidana di sana tidak hanya diambil ciri-ciri fisik mereka, tapi juga sidik jarinya.


Dibantu oleh Azial Haque dan Hemchandra Bose, Henry kemudian mengembangkan sistem klasifikasi sidik jari. Itu terjadi antara Juli 1896 hingga Februari 1897. Sistem yang dikembangkan Henry memungkinkan sidik jari lebih mudah disimpan, dicari, dan diusut. Sebuah sistem sederhana yang kemudian diterima dan diadopsi di seluruh dunia hingga sekarang.

Pada Maret 1887, sebuah komisi pengawas telah dibentuk di Calcutta untuk menguji kedua sistem identifikasi tesebut (sidik jari dan anthropometric). Akhirnya, berdasarkan suara bulat diputuskan, sistem sidik jari Henry yang dipilih dan pada Juli 1897 sistem tersebut diperkenalkan ke seluruh British India oleh gubernur jenderal.

Tiga tahun kemudian Henry diundang Belper Committee ke London. Henry diminta untuk menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi dunia kepolisian dalam melakukan proses identifikasi personal. Panel mengirim Henry ke Natal, satu koloni Inggris di Afrika Selatan, untuk membantu mereorganisasi kepolisian di sana dan sekaligus mendirikan biro sidik jari di Pietermaritzburg. Hasilnya luar biasa, biro tersebut mencatat sukses besar.

Pada 1901 Henry dipanggil kembali ke Inggris dan pada 31 Mei 1901 ia diangkat menjadi asisten komisaris di Scotland Yard. Ia dipercaya menangani Departemen Investigasi Kriminal.

Pada 1 Juli 1901, untuk pertama kalinya biro sidik jari didirikan di Scotland Yard. Pada 11 Maret 1901 Henry diangkat sebagai komisaris di Scotland Yard dan pada 1906 ia mendapat gelar bangsawan. Pada tahun
1910 Henry diangkat menjadi Knight Commander of the Order of the Bath (KCB).

Sayang, kehidupan Henry tidak mengenakkan. Sebagai pelopor pengungkapan kejahatan, menjadikan Henry berada pada posisi banyak musuh. Tahun 1912 sebuah percobaan pembunuhan dilakukan terhadap Henry di rumahnya di Kensington. Untungnya ia selamat. Dari tiga tembakan yang diarahkan kepadanya, hanya satu yang mengena, meski tak sampai merenggut jiwanya.

Pada 31 Agustus 1918 Henry diberhentikan dari jabatannya sebagai komisaris di Scotland Yard. Dua tahun kemudian, ia dan keluarganya pindah dari Kensington ke sebuah rumah bergaya Victoria di Ascot, Berkshire. Pada 19 Februari 1931, Henry meninggal dunia akibat serangan jantung.

Selama bertahun-tahun makamnya tak ada yang mengurus. Pada bulan April 1992, seorang petugas kepolisian metropolitan dari biro sidik jari memindahkan makam Henry ke kompleks Gereja All Souls di South Ascot. Setelah ada permohonan internasional dari Masyarakat Sidik Jari, pada tahun 1994 makam Henry pun direnovasi.

(Syarifah, S.P./dari berbagai sumber)***

di sadur kembali dari Milis ITCenter

Feb 5, 2007

Virus Brontok dan cara penangulangannya

Siapa yang tak kenal Brontok? Mungkin Anda semua sebagai pengguna komputer sudah sering mendengar informasi mengenai virus Brontok ini, atau bahkan komputer Anda sudah terinfeksi Brontok?

Belakangan ini, tampaknya varian baru Brontok ini semakin merajalela. Virus ini menggunakan USB Flash Disk sebagai media penyebarannya dan murni merupakan virus lokal Indonesia.Gejala komputer yang terkena virus ini otomatis akan sering restart sendiri , regedit tidak berfungsi, dan membuat banyak duplikat folder sesuai nama yg di tebenginya.

Setiap kali start Windows virus akan aktif di memory. Process name yang digunakan menyerupai nama-nama service di Windows, contohnya csrss.exe, lsass.exe, dan smss. exe, juga beberapa process dengan nama random. Apabila kita ingin meng-kill process tersebut dari Task Manager, sepertinya tidak bisa dilakukan, karena Brontok juga akan memblok akses ke Task Manager.

Belakangan juga terdeteksi telah beredar varian baru brontok yg di dinamai w32/RONTOKBRO.LA dimana penyebarannya langsung terjadi jika flashdisk ditancapkan ke PC/ Laptop tanpa perlu di klik,baca infonya di sini dan varian W32/BRONTOK.22 , baca detailnya di sini dimana virus ini masih bisa bereaksi walaupun komputer kita booting dalam kondisi safe-mode , ini disebabkan virus ini melakukan penambahan value pada beberapa section di registry yang dijadikan sebagai autorun. Salah satunya pada HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run. Dan juga menginfeksi value untuk run in safe-mode, yaitu pada HKLM\SYSTEM\CurrentControl-Set\Control\SafeBoot\AlternateShell, dengan mengalihkan nilai dari value tersebut ke program utama virus. inilah yang membuat virus ini masih aktif walau sudah di booting dalam modus safe-mode.

Selain pada registry,Virus ini juga megedit file hosts milik Windows. File hosts ini dipergunakan oleh Windows untuk me-resolve atau menerjemahkan hostname menjadi alamat IP. Yang dilakukan Brontok ini adalah dengan cara mengalihkan setiap IP dari hostname atau alamat situs Internet ke IP 127.0.0.22. Angka 22 pada IP tersebut menunjukan versi dari Brontok.


Schedule Task juga tak luput dari serangan Brontok, ia akan menambahkan dua item baru dengan nama AT1 dan AT2 yang akan menjalankan file \Documents and Settings\%username%\Local Settings\Application Data\jalak-%random%-bali.com setiap hari pada pukul 11:03 dan 17:08. Tak hanya itu, ia juga akan me-rename file Run-Time Library milik Visual Basic, yaitu MSVBVM60. DLL menjadi MSVBVM60.DLL.XXX, dimana XXX adalah nomor acak. Tujuannya adalah untuk mematikan virus-virus lain dan virus-virus Brontok versi lama yang masih menggunakan Visual Basic program. Namun, tindakan ini juga membuat aplikasi–aplikasi yang diprogram menggunakan Visual Basic tidak akan dapat berjalan.

Cara Membasmi Brontok

Yang saya lakukan untuk membasmi Varian Brontok ini adalah sebagai berikut:
  • Removal Brontok (Download dan bersihkan dalam kondisi boot safe-mode)
  • Hijackthis (Gunakan untuk membasmi autorun brontok yg terkunci)
  • ProcessExplorer ( sama kegunaan seperti Hijackthis)
  • Norman ( Download dan scan ulang semua Drive)
  • PC saya pulih kembali :)

Jan 23, 2007

Easy Way to get Free $50 just for signup

Pagi ini dapat email dari seorang teman di gmailku dan setelah baca-baca di websitenya ga ada rugi apapun juga jadi kuputuskan untuk join dan share di blog ini.

Cara mudah dapatin $50 Dollar hanya dengan join saja ke website mereka ... buruan kesempatan terbatas loh.

Silahkan baca infonya : Click here

Jan 20, 2007

Thanks God for this day


Terima kasih Tuhan ku atas anugerahMu hari ini

Setahun lagi sudah bertambah umurku di hari ini
Semoga Kedewasaan semakin mengiringi langkah kakiku menapaki roda kehidupan ini
Semoga Kebahagiaan ditambahkan dalam kehidupan ku
Semoga Berkat rohani dan jasmani selalu Kau limpahkan kepadaku

Terima kasih Tuhan ku atas kehidupan hari ini

"HAPPY BIRTHDAY TO ME"




Jan 16, 2007

W32/Rontokbro.LA Menginfeksi Komputer Dari Flashdisk Tanpa Perlu Diklik

Laptop kesayanganku kena Brontok akibat ditumpangin Flashdisk temen, hanya copy paste file ke dan dari flasdisk langsung restart terus dan muncul yg aneh aneh :(

Gue mulai Keluarin semua senjata perang mulai dari Antibrontok sampai bersihin registry dari unknow string , deteck *.exe/bat/com/pif/lnk/scr dan *.* from last modify akhirnya beres juga dan kembali normal laptopku tanpa perlu di format or install ulang .

Setelah itu coba akses ke detikinet.com , dapat satu artikel yang menambah pengetahuan , ternyata Varian Brontok sudah semakin canggih sehingga tanpa klik pun user bisa terjangkit virus tersebut.

Berikut kutipan artikel nya :

Varian Rontokbro Menginfeksi Tanpa Perlu Klik
Ni Ketut Susrini - detikInet

Jakarta, Biasanya virus akan aktif setelah file pembawanya dijalankan. Akan tetapi, varian terbaru Rontokbro bisa langsung aktif begitu flash disk ditancapkan ke komputer.

"Lagi-lagi Rontokbro menjadi pionir dalam mencari cara baru menginfeksi komputer," ujar Alfons Tanujaya, spesialis anti virus dari PT Vaksincom, melalui keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Senin (15/1/2007).

Dinamai W32/Rontokbro.LA , varian ini mampu mengaktifkan dirinya secara otomatis setiap kali USB Flash Disk dicolokkan pada komputer. Padahal biasanya virus lokal baru akan aktif jika user melakukan klik ganda pada file yang sudah terinfeksi virus.

Menurut Alfons, kemampuan mengaktifkan diri sebelum klik ini ternyata sudah banyak dimiliki virus lokal yang ada, sebut saja virus W32/Askis, W32/VBWorm.ZL, VBWorm.MOS atau W32/Aksika. Alfons menilai teknik penyebaran ini merupakan suatu perkembangan yang luar biasa.

Rontokbro.LA, menurutnya, dibuat dengan menggunakan bahasa Visual Basic serta mengusung sebuah puisi cinta berjudul "4K51K4".

Aktif Tanpa Klik

Dijelaskan Alfons, agar file yang sudah dibuat di disket atau flash disk tersebut aktif secara otomatis tanpa harus dijalankan secara manual oleh user, virus ini akan membuat script pada disket atau flash disk tersebut dengan nama Desktop.ini. Script ini berisi perintah untuk menjalankan file Folder.htt. File Folder.htt ini berisi perintah lain untuk menjalankan file New Folder.exe.

"Jadi, setiap kali user mengakses disket atau flash disk yang sudah terinfeksi maka secara otomatis akan mengaktifkan virus tersebut," ujar Alfons.

Rontokbro.LA juga akan membuat file Desktop.ini di setiap drive (contoh: Drive C:\ atau D:\), sehingga jika user mengakses kedua drive tersebut maka secara otomatis akan mengaktifkan virus tersebut, tanpa harus menjalankan file yang sudah terinfeksi terlebih dahulu.

Source Sumber


Cara Membasmi Brontok W32/Rontokbro.LA

1. Putuskan connection komputer yang akan dibersihkan dari jaringan Server.

2. Matikan proses virus yang aktif dimemori. Sebagai informasi Rontokbro.LA akan aktif di mode "normal", "safe mode" maupun "safe mode with command prompt", file induk yang aktif di memori juga sangat sulit untuk dimatikan hal ini diperparah dengan kondisi dimana virus ini akan aktif setiap kali user menjalankan file Executable(EXE) dari suatu program , tools security seperti security task manager/proceeXP atau killbox pun dibuat tak berdaya.

Berita bagus untuk anda , Rontokbro.LA dibuat dengan menggunakan bahasa Visual Basic sehingga anda hanya perlu merubah file msvbvm60.dll yang ada didirektori C:\Windows dan C:\Windows\system32.
Untuk merubah file msvbvm60.dll tersebut, terlebih dahulu anda harus membuat Disket Startup karena file tersebut akan diubah pada mode DOS.

Setelah anda berhasil membuat disket Startup boting komputer melalui Disket, ketik di dos prompt di folder c:\Windows dengan perintah DIR/AH kemudian tekan tombol "Enter" pada keyboard [untuk melihat file yang disembunyikan], jika di direktori ini ditemukan file msvbvm60.DLL, ubah nama file tersebut dengan perintah REN MSVBVM60.DLL MSVBVM60
kemudian tekan tombol "Enter" pada keyboard.

Ubah juga file msvbvm60.dll yang ada di direktoriC:\Windows\system32, dengan mengunakan perintah yang sama seperti di atas.

Setelah file tersebut berhasil di ubah, restart komputer dan booting ke mode "Normal". Setelah komputer booting maka akan muncul beberapa pesan error, ini menandakan bahwa virus tersebut gagal untuk dijalankan [aktif] kerena tidak menemukan file msvbvm60.DLL

3. Hapus string registry yang dibuat oleh virus. Salin script dibawah ini pada program Notepad dan simpan dengan nama repair.inf kemudian jalankan dengan cara
  • klik kanan repair.inf
  • klik install

<- mulai copy dari sini ... ->

[Version]

Signature="$Chicago$"

Provider=Vaksincom

[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"
HKCU, Control Panel\International, s1159,0, "AM"
HKCU, Control Panel\International, s2359,0, "PM"
HKLM, SOFTWARE\Classes\exefile,,,"Application"
HKCU, Control Panel\Desktop,SCRNSAVE.EXE ,0,

[del]

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, 4k51k4
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, MSMSGS
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoFolderOptions
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, System Monitoring
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoFolderOptions
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore,DisableSR
HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore, DisableConfig
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, System Monitoring
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\system, DisableCMD
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, LegalNoticeText
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, LegalNoticeCaption
HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\Installer, LimitSystemRestoreCheckpointing
HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\Installer, DisableMSI
HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore, DisableConfig
HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore, DisableSR

<- Batas Copy disini ...->


4. Hapus file induk yang dibuat oleh virus , sebelum menghapus file tersebut pastikan anda sudah menampilkan file/folder yang disembunyikan dengan memilih option "Show hidden files and folders" dan menghilangkan pilihan "Hide extension for known file types" dan "Hide protected operating system files (recommended)" pada Folder Option.

Setelah itu hapus file induk berikut ini :
  • C:\Data%user%.exe [contoh: Data Admin.exe]
  • C:\4k51k4.exe
  • C:\Puisi.txt
  • C:\Desktop.ini
  • C:\4K51K4 , Folder ini berisi 2 buah file berikut:
  • Folder.htt
  • New Folder.exe
  • C:\Documents and Settings\%user%\Start Menu\Programs\Startup\startup.exe
  • C:\Documents and Settings\%user%\Local Settings\Application Data
  • 4k51k4.exe
  • csrss.exe
  • Empty.Pif
  • IExplorer.exe
  • lsass.exe
  • services.exe
  • shell.exe
  • winlogon.exe
  • C:\Documents and Settings\%user%\Local Settings\Application Data\WINDOWS
  • csrss.exe
  • lsass.exe
  • services.exe
  • smss.exe
  • winlogon.exe
  • C:\Documents and Settings\All Users\Start Menu\Programs\Startup
  • Empty.pif
  • Empty.exe
  • Startup.exe
  • C:\WINDOWS\4k51k4.exe

  • C:\WINDOWS\system32
  • Shell.exe
  • MrHelloween.scr
  • IExplorer.exe

Hapus juga file yang ada di Disket/Flash Disk:
  • 4K51K4 , di folder ini berisi 2 buah file dengan nama
  • Folder.htt
  • New Folder.exe
  • Data %user%.exe, contoh: Data Admin.exe
  • Desktop.ini
  • 5. Hapus file duplikat yang sudah dibuat oleh virus baik di Hard Disk maupun di Disket/Flash Disk dengan ciri-ciri :
  • Menggunakan icon folder
  • Ukuran 45 KB
  • Ext. exe
  • Type file "application"
  • 6. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang scan dengan Norman Virus Control yang sudah dapat mengenali virus ini dengan baik.

    7. Jika komputer sudah bersih dari virus, tampilkan kembali file .EXE yang sudah disembunyikan. Gunakan perintah ATTRIB -s -h *.exe /s /dpada Dos Prompt. Sebagai informasi Rontokbro.LA juga akan mencoba untuk menyembunyikan file dengan ekst.Bat/Com/lnk/Pif jika file tersebut dijalankan oleh karena itu untuk menampilkan kembali file dengan ext tersebut gunakan perintah seperti diatas dengan mengganti ekstensi yang akan ditampilkan,
    contoh : "ATTRIB -s -h *.com /s /d"

    8. Ubah kembali file msvbvm60 yang ada di direktori C:\Windows\system32 menjadi msvbvm60.dll

    9. Restart ulang komputer dan anda sudah terbebas dari W32/Rontokbro.LA

    Thanks to mr. Aj Tau
    info@vaksin.com - PT. Vaksincom